文章
  • 文章
国际

Jokowi:Jangan takut melawan tindakan intoleran

2017年4月18日下午3:41发布
2017年4月18日下午4:01更新

Presiden Joko Widodo menunjuk salah satu warga saat berdialog dengan warga dalam kunjungannya di Gelanggang Olah Raga Bima,Cirebon,Jawa Barat,Kamis(13/4)。 Foto oleh Dedhez Anggara / ANTARA

Presiden Joko Widodo menunjuk salah satu warga saat berdialog dengan warga dalam kunjungannya di Gelanggang Olah Raga Bima,Cirebon,Jawa Barat,Kamis(13/4)。 Foto oleh Dedhez Anggara / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Presiden“Jokowi”Widodo menyinggung tentang toleransi dan keberagaman saat membuka acara peringatan Konferensi Asia Afrika(KAA)2017 di Istana Negara。

“Kodrat Indonesia adalah mengelola keberagaman,mengelola kemajemukan,mengelola kebhinekaan,”kata Presiden Jokowi di Istana Negera,Selasa 2017年4月18日。

Jokowi menyebutkan Indonesia memiliki lebih dari 174 suku dengan tradisi dan kebudayaan yang berlainan。 “数据BPS malah mengatakan ada 1.340 suku,”kata Presiden melanjutkan。

Meski penuh dengan corak,suku-suku tersebut tetap bisa hidup berdampingan secara harmonis。 Hal ini berpengaruh besar pada pertumbuhan ekonomi Indonesia。

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 triwulan kedua berada pada peringkat tiga besar di bawah Tiongkok dan India,”kata Presiden Jokowi。

Dulu,Jokowi melanjutkan,印度尼西亚pernah menjadi salah satu inisiator solidaritas Asia-Afrika,menjadi inspirator negara-negara terjajah untuk merdeka。 “Sekarang Indonesia menjadi rujukan dalam mengelola keberagaman suku,agama,ras,dan antargolongan。”

Karena itu Presiden Jokowi mengingatkan masyarakat Indonesia untuk terus merawat dan menjaga kerukunan yang selama ini telah terjalin。

“Jangan mudah tergoda oleh isu-isu sara yang dapat memperlemah bangsa dan negara kita。 Dan jangan takut melawan tindakan intoleransi dan kekerasan atas nama apapun,“katanya。

Dalam kesempatan tersebut Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri juga menyinggung soal keberagaman。 Menurut Megawati,teror dan intimidasi tidak akan menyelesaikan persoalan。

“Bukan ciri manusia berjiwa merdeka jika menyelesaikan persoalan dengan intimidasi,teror,dan senjata。 Kita harus berani bersikap,sekuat-kuatnya,sebaik-baiknya,sehormat-h​​ormatnya berjuang mempertahankan keberagaman,“kata Megawati。 -Rappler.com