文章
  • 文章
国际

Menebak akhir连续剧Pilkada DKI雅加达

2017年4月18日下午12:44发布
更新时间:2017年4月18日下午12:44

Dua pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta berswafoto seusai adu program dan visi misi pada Debat Publik Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di Hotel Bidakara,Jakarta,Rabu(12/4)。 Foto oleh M Agung Rajasa / ANTARA

Dua pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta berswafoto seusai adu program dan visi misi pada Debat Publik Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di Hotel Bidakara,Jakarta,Rabu(12/4)。 Foto oleh M Agung Rajasa / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Hiruk pikuk Pilkada DKI雅加达putaran kedua tak hanya diramaikan oleh kedua tim sukses pasangan calon,tapi juga oleh lembaga survei。

Bayangkan saja,dalam dua pekan terakhir,setidaknya ada tiga lembaga survei yang menjajaki pilihan warga ibu kota yang akan memilih pada Rabu,4月19日besok。

Ketiga lembaga survei tersebut yakni Charta Politika,Indikator Politik,dan Saiful Mujani研究中心(SMRC)。

Hasilnya,ketiga lembaga tersebut memprediksi duel Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dengan Anies Baswedan-Sandiaga Uno akan berlangsung sengit pada putaran kedua ini。

Charta Politica dalam survei mereka terhadap 782 responden pada 4月7日至12日lalu misalnya memprediksi pasangan Ahok-Djarot akan memperoleh 47,3 persen sementara Anies-Sandi 44,8 persen。

Sementara Indikator Politik menyebutkan,dari 495响应yang mereka survei pada 4月12日至14日,sebanyak 47,4 persen di antaranya memilih Ahok-Djarot dan 48,2 persen responden lainnya memilih Anies-Sandi。

Adapun Survei Saiful Mujani研究中心(SMRC)yang menggelar survei pada 31 Maret - 4月5日mendapati 46,9 persen dari 800 respoden memilih Ahok-Djarot dan 47,9 lainnya memilih Anies-Sandi。

Jika diperhatikan,selisih perolehan suara kedua pasangan calon dari hasil survei yang dilakukan ketiga lembaga ini sangat tipis。

Selisih tingkat elektabilitas Ahok-Djarot dan Anies Sandi pada survei Charta Politika,misalnya,sebesar 2,5 persen。 Sementara selisih suara kedua pasangan calon pada hasil survei SMRC sebesar 1 persen。

Bahkan selisih tingkat elektabilitas Ahok-Djarot dan Anies-Sandi pada hasil survei Indikator Politik hanya sebesar 0.8 persen。

Tak mengherankan jika Sandiaga enggan jemawa meskipun sejumlah lembaga survei memprediksi elektabilitas dirinya dan Anies akan lebih tinggi dari Ahok-Djarot pada putaran kedua ini。

“Bukan berarti kita harus santai dan jemawa.Tapi kita harus kerja keras,”kata Sandiaga kepada saat menanggapi hasil survei SMRC,Kamis 2017年4月13日。

Sebab,selain selisih tingkat elektablitas yang begitu tipis,jumlah responden yang belum menentukan pilihan ketika survei-survei tersebut digelar juga cukup tinggi。

Dalam survei Indikator Politik,misalnya,jumlah responden yang belum menentukan pilihan sebesar 4,4 persen。 Sementara selisih tingkat elektabilitas kedua pasangan calon hanya 0.8 persen。

Sementara jumlah responden yang belum menetapkan pilihan pada survei SMRC sebesar 5,2 persen。 Sementara selisih'suara'kedua pasangan calon dalam survei lembaga ini hanya 1 persen。

Seran itu error of error yang terdapat dalam survei-survei tersebut juga di atas 3 persen,bahkan ada yang margin of errornya mencapai 4,7 persen。

Karena itu,meskipun sejumlah lembaga survei telah merilis hasil survei terbaru mereka,akhir drama putaran kedua Pilkada DKI Jakarta ini tetap akan sulit ditebak。

-Rappler.com