文章
  • 文章
国际

Pemerintah targetkan Pilkada DKI雅加达'零'内部

2017年4月18日上午10:55发布
更新时间:2017年4月18日上午10:55

Anggota Polres Metro Jakarta Selatan mengamankan warga yang menghadang proses distribusi surat suara saat simulasi pengamanan TPS Pilkada DKI Jakarta di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri,Jakarta,Senin(17/4)。 Foto oleh Sigid KurniawanANTARA

Anggota Polres Metro Jakarta Selatan mengamankan warga yang menghadang proses distribusi surat suara saat simulasi pengamanan TPS Pilkada DKI Jakarta di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri,Jakarta,Senin(17/4)。 Foto oleh Sigid KurniawanANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Menteri Koordinator Politik,Hukum,dan Keamanan(Menkopolhukam)Wiranto menargetkan zero atau nol insiden saat pemilihan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta digelar pada Rabu,2017年4月19日。

“Saya ingatkan jangan sampai ada pihak manapun yang mencoba mengganggu dan mencederai demokrasi yang sedang kita jalankan ini,”kata Wiranto saat apel pasukan di Ancol,Jakarta Utara,Selasa 2017年4月18日。

Wiranto mengatakan aparat akan menindak tegas siapapun yang mengancam,mengitimidasi atau mengerahkan massa untuk mengganggu pemilihan。 “Tidak boleh ada intimidasi dari pihak manapun,”katanya。

Untuk memastikan Pilkada berjalan lancar,Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pihaknya telah menyiagakan 62 ribu personel yang akan dikerahkan pada Rabu besok。

Tito mengatakan sebanyak 62 ribu personel tersebut akan disebar ke 16 ribu tempat pemungutan suara(TPS)di DKI。 Satu TPS akan dijaga oleh empat petugas,satu di antaranya adalah prajurit TNI。

“Sebagian besar memang di-setting di TPS.Sementara kekuatan kami yang standby ada 10 ribu dari Polri dan 1.500 yang ada di bawah kendali dari Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya,”kata Tito。

Mengenai sikap sejumlah tokoh yang bersikukuh akan menggelar Tamasya Al-Maidah besok,Tito menegaskan Maklumat Bersama sudah diedarkan dan polisi berhak mengambil langkah preventif,jika ada pergerakan massa ke TPS。

“Seluluh Kapolda di Jawa dan Sumatera sudah mengeluarkan maklumat untuk melakukan larangan dengan dasar diskresi.Kalau memang itu ditujukan untuk kepentingan politik DKI Jakarta,maka kami melakukan larangan.Apalagi sampai ke TPS berbondong-bondong,maka kami akan melakukan tindakan,”kata Tito。 -Rappler.com