文章
  • 文章
国际

Empat petugas Imigrasi Cilacap ditangkap Tim Saber Pungli

2017年4月18日上午10:15发布
2017年4月18日上午11:48更新

TERSANGKA。 Empat oknum petugas Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap ditetapkan tersangka dan ditahan di rutan Mapolres Kebumen。 Foto oleh Irma Muflikhah / Rappler

TERSANGKA。 Empat oknum petugas Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap ditetapkan tersangka dan ditahan di rutan Mapolres Kebumen。 Foto oleh Irma Muflikhah / Rappler

KEBUMEN,印度尼西亚 - Empat petugas Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap terjaring Operasi Tangkap Tangan(OTT)oleh Tim Saber Pungli Polres Kebumen di Restoran Candisari,Karanganyar Kebumen,Rabu 2017年4月12日。

Keempat petugas tersebut yakni AF(36),HRE(36),RDG(36),dan MW(35)。 Saat ini,polisi telah menyematkan status tersangka kepada keempat orang tersebut。

AF merupakan Kepala Seksi Penindakan dan Pengawasan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap。 Sementara 3 tersangka lainnya diketahui sebagai anak buah AF di instansi tersebut。

Keempat pelaku ini diduga telah memeras warga negara asing(WNA)dengan memanfaatkan pelanggaran dokumen keimigrasian。

“Diduga memeras WNA asal Tiongkok yang dianggap menyalahgunakan izin tinggal di Kebumen,”kata Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti,Selasa 2017年4月18日。

Pengungkapan kasus itu bermula dari laporan intelijen yang menyebutkan akan ada negosiasi antara 4 petugas Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap dengan warga negara Tiongkok berinsial YML。

Negosiasi tersebut berlangsung di sebuah restoran di Karanganyar。 Dalam negosiasi,petugas Imigrasi berjanji akan mengembalikan paspor YML yang telah mereka tahan jika YML mau menyetorkan sejumlah uang。

Paspor YML ditahan petugas Imigrasi saat melakukan pemeriksaan terhadap WNA di desa Krakal Kecamatan Alian Kebumen beberapa hari sebelumnya。 YML dinilai menyalahi签证wisata untuk berdagang。

Namun sebelum negosiasi mencapai titik temu,keempat petugas Imigrasi tersebut langsung dibekuk oleh Tim Saber Pungli。 Polisi menyita uang sebesar Rp 20 juta dari tangan pelaku。

Polisi lantas menggeledah mobil HRV dengan STNK milik Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap。 Ternyata,di dalam mobil tersebut ditemukan uang Rp 47,2 juta。 Keempatnya kemudian digelandang ke Mapolres untuk ditahan。

Perdagangan Jenitri di wilayah Kebumen

Biji jenitri yang telah diolah menjadi aksesoris dan alat ibadah。 Foto oleh Irma Muflikhah / Rappler

Biji jenitri yang telah diolah menjadi aksesoris dan alat ibadah。 Foto oleh Irma Muflikhah / Rappler

YML merupakan pengusaha asal Tiongkok yang kerap membeli biji jenitri untuk dijadikan perhiasan atau sarana ibadah di Tiongkok。

Saat panen jenitri,banyak WNA dari Tiongkok dan India berbondong membeli jenitri dari petani di desa-desa di Kebumen yang menanam jenitri。

Sehingga keberadaan WNA Tiongkok dan India di Kebumen tak lagi asing bagi warga setempat。 Masyarakat pelosok desa Kebumen bahkan sudah lama bergumul dengan mereka sejak tahun 1980-an。

Petani jenitri asal desa Karangjambu kecamatan Sruweng Kebumen Parno mengungkapkan,warga telah akrab dengan para WNA yang sering berseliweran ke desa-desa,terutama saat musim panen tiba。

Menurut Parno,jumlah WNA tersebut mencapai ratusan saat mendatangi desanya yang banyak ditumbuhi banyak pohon jenitri。 Mereka menginap di hotel di kota Kebumen。 Saat pagi datang,mereka yang didampingi penerjemah menyerbu desa-desa pemasok jenitri。

Para WNA yang dibantu penerjemah itu bahkan bernegosiasi langsung dengan petani terkait harga jenitri sebelum diangkut ke luar negeri。 “Kalau musim panen tiba,desa kami kayak lebaran dikunjungi banyak turis,”katanya。

Parno tak ambil pusing perihal legalitas para WNA tersebut yang berbisnis dengan petani。 Bagi dia,siapapun pembeli yang menguntungkan bagi petani,akan dilayani。 Toh,selama ini,kegiatan bisnis jenitri antara WNA dan para petani di desa aman-aman saja。

Para WNA yang mereka sebut sebagai买家merupakan pembeli utama biji jenitri。 Biji yang dipakai untuk kerajinan dan sarana ibadah itu tak begitu laku dijual ke konsumen domestik。

“Negara penghasil Jenitri adalah尼泊尔丹印度尼西亚.Tapi saya kira paling banyak dipasok dari Indonesia,”katanya

Biji jenitri dengan kualitas bagus diminati para WNA Tiongkok。 Mereka berani membeli dengan harga tinggi dengan hitungan perbutir mencapai 100 ribu rupiah。 Di Tiongkok,kata dia,selain dipakai untuk sarana ibadah,jenitri juga digunakan untuk perhiasan bernilai tinggi。

Sementara biji jenitri yang kualitasnya tidak bagus biasanya dijual ke India。 Di India,jenitri lebih banyak digunakan untuk sarana ibadah umat。 “Di India setiap ritual ibadah diwajibkan pakai jenitri,sedangkan di sana tidak menanam jenitri,mungkin tanahnya kurang bagus,”katanya。

Karena nilai jual tinggi,transaksi jenitri dari petani Kebumen ke WNA diperkirakan mencapai triliunan rupiah。 Dengan nilai transaksi sebesar itu,Parno pun tak kaget jika ada oknum petugas yang memanfaatkan celah dalam bisnis itu agar ikut kecipratan untung。

Kabar penangkapan empat petugas Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap oleh Polres Kebumen pun telah didengar sebagian petani。 Penangkapan itu rupanya berimbas pada merosotnya kunjungan买家WNA ke desa-desa。

Para WNA dinilainya lebih memilih menahan diri terlebih dahulu untuk membeli jenitri ke petani,guna menghindari risiko hukum terkait pelanggaran izin tinggal。 Akibatnya sebagian petani pun kebingungan lantaran jenitri mereka terancam sepi pembeli。

“Pasca ada kasus OTT,jumlah买家yang datang ke desa menurun sekitar separuhnya.Tengkukal akhirnya juga memilih-milih mengambil jenitri dari petani,hanya dibeli yang bagus-bagus,”katanya。 -Rappler.com