文章
  • 文章
国际

Presiden Jokowi minta ulama jaga ketenangan selama pilkada

2017年4月17日下午9点06分发布
2017年4月17日下午9:06更新

Presiden Joko Widodo menerima ulama dan tokoh-tokoh ormas Islam di Istana Merdeka,Jakarta,Senin(17/4)。 Foto oleh Puspa Perwitasari / ANTARA

Presiden Joko Widodo menerima ulama dan tokoh-tokoh ormas Islam di Istana Merdeka,Jakarta,Senin(17/4)。 Foto oleh Puspa Perwitasari / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Presiden Joko“Jokowi”Widodo meminta ulama turut serta menjaga situasi tetap kondusif menjelang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua。

“Beliau(Presiden)meminta ulama ikut tenangkan supaya situasi kondusif。 Jangan sampai menimbulkan perpecahan bangsa,“kata Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia(MUI)Maruf Amin setelah bertemu Presiden Jokowi di Istana,Senin 2017年4月17日。

Saat ini Pilkada DKI Jakarta sedang memasuki masa tenang。 Namun,alih-alih tenang,suasana di ibu kota justru menghangat。 Kedua pasangan calon,misalnya,saling melaporkan kecurangan lawan mereka ke Bawaslu。

Para ulama,Maruf Amin melanjutkan,meminta tak ada mobilisasi massa saat pencoblosan berlangsung,yakni pada Rabu 2017年4月19日。“Jangan ada mobilisasi dari pihak manapun sehingga menimbulkan ketidakstabilan,”kata Maruf。

Maruf mengatakan ketidakstabilan di Ibu Kota bisa memberikan pengaruh buruk bagi bangsa。 “Ketidakstabilan di DKI Jakarta bisa membawa pengaruh buruk ke tingkat nasional,”katanya。

Menurut Maruf,dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi,para ulama sempat menyarankan agar Presiden memanggil tim sukses dari dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta untuk mendinginkan situasi。

“Bahkan minta agar Presiden memanggil dua tim sukses itu,jangan sampai tim sukses yang terus menimbulkan masalah sehingga terjadi konflik yang lebih memanas,supaya tensi diturunkan,”kata Maruf。 -Rappler.com