文章
  • 文章
国际

66 ribu personel gabungan akan amankan Pilkada DKI

2017年4月17日下午8点08分发布
2017年4月17日下午8:10更新

DEKLARASI PILKADA DAMAI。 Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama(kiri)bersama Pangdam Jaya Mayjen Jaswandi(kedua kiri),Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan(ketiga kiri),Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno(ketiga kanan),Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti( kedua kanan)dan Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno(kanan)mengangkat tangan bersama usai penandatangan deklarasi damai Pilkada DKI Jakarta di Jakarta,Senin,4月17日。 Foto oleh Akbar Nugroho Gumay / ANTARA

DEKLARASI PILKADA DAMAI。 Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama(kiri)bersama Pangdam Jaya Mayjen Jaswandi(kedua kiri),Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan(ketiga kiri),Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno(ketiga kanan),Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti( kedua kanan)dan Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno(kanan)mengangkat tangan bersama usai penandatangan deklarasi damai Pilkada DKI Jakarta di Jakarta,Senin,4月17日。 Foto oleh Akbar Nugroho Gumay / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Dua hari lagi Pilgub DKI akan digelar。 Demi menjaga keamanan,polisi dan TNI mengerahkan 66 ribu personel gabungan untuk mengawasi jalannya proses pencoblosan。

Kapolri,Jenderal Tito Karnavian mengatakan sebanyak 20 ribu personel berasal dari unsur kepolisian,15 ribu orang lainnya dari TNI dan sisanya merupakan personel linmas dari Kemendagri dan Pemda。 铁托menjamin dengan besarnya jumlah personel keamanan,maka masyarakat雅加达bisa menggunakan hak pilihnya bebas sesuai pilihan masing-masing dan aman。

Sementara,Polri sendiri telah mengeluarkan maklumat kepada seluruh Kapolda di Pulau Jawa dan Sumatera。 Isinya polisi memiliki kewenangan diskresi yang dilindungi UU untuk mengecek jika ada pengerahan massa dari luar daerah menuju雅加达。

“Saya sudah memerintahkan kepada mereka untuk melakukan pemeriksaan tujuannya apa(datang ke Jakarta)termasuk pemeriksaan senjata tajam dan lain-lain,”ujar Tito yang ditemui di Istana Kepresidenan pada Senin,4月17日。

Pengerahan massa yang dirujuk ini salah satunya merupakan aktivitas bernama Tamasya Al-Maidah。 Ketua Panitia Tamasya Al-Maidah,Ustadz Ansufri Idrus mengatakan setiap TPS rencananya akan dijaga oleh sekitar 100 orang。 Maka dengan jumlah TPS di seluruh DKI yang mencapai 15.059,Ansufri berencana mengerahkan 1,3 juta orang ke雅加达pada tanggal 4月19日mendatang。

Orang-orang tersebut rencananya akan dikerahkan dari luar kota雅加达。 Sementara,menurut Tito,pengerahan massa seperti yang dilakukan oleh panitia Tamasya Al-Maidah merupakan sesuatu yang tidak perlu。 Sebab,mekanisme pemilu sudah ada。 Apalagi di Jakarta。

“迪雅加达mekanismenya sudah melibatkan Bawaslu,saksi-saksi hingga pengamat独立。 Belum lagi media juga ikut dilibatkan,“kata Tito menyebut pihak-pihak yang ikut terlibat dalam proses Pilkada DKI 2017。

Melihat hal tersebut,maka tak masuk akal perlu ada ratusan orang lainnya yang datang dari luar kota dan ikut mengawasi jalannya proses pencoblosan di setiap TPS。 Tetapi,Tito mengaku informasi yang dia terima jumlah orang yang akan dikerahkan tidak mencapai 1,3 juta。 Bahkan,TPS yang dijaga tidak sekitar 15 ribu TPS yang tersebar di wilayah DKI。

“Mereka mengatakan massa dikerahkan ke beberapa TPS tertentu yang potensial menimbulkan kecurangan di situ,”katanya lagi。

Tetapi,Tito menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan jika ada oknum yang berniat untuk melakukan intimidasi kepada pemilih。 Polri kata Tito memiliki diskresi untuk dapat melakukan penegakan hukum。

“Bahkan,dalam bahasa yang lebih tegas kita dapat mengamankan yang bersangkutan paling tidak selama 24 jam。 Tindakan tegas akan langsung diambil jika ada yang terbukti membawa senjata tajam dan melakukan tindak kekerasan,“kata mantan Kapolda Metro Jaya itu。

Prosedur pengamanan TPS

Sementara,Kadiv Humas Mabes Polri,Irjen Pol男孩Rafli Amar mengatakan pihaknya sudah menyiapkan langkah preventif terhadap potensi tindakan intimidasi。 Polri akan menempatkan empat personelnya di setiap TPS di seluruh wilayah DKI。

“Sekarang ini(terdiri dari)satu polisi,satu TNI dan dua linmas(di TPS),”kata Boy。

Selain itu,Polri juga menyiagakan satu regu yang berkisar 20 personel dan akan bergerak secara mobile di seluruh area Jakarta。 Hal itu dilakukan untuk mencegah potensi-potensi konflik yang tidak diinginkan。

“Jumlah personelnya itu setingkat satu regu,itu secara mobile akan melakukan pengamanan di luar dari petugas yang juga ada di TPS.Jadi sifatnya represif,preventif,dan deteksi dini semua berjalan,”tutur dia。 - Rappler.com