文章
  • 文章
国际

校友212 gelar reuni,Wiranto:Menghabiskan energi

2017年11月29日下午6:42发布
2017年11月29日下午6:42更新

Menko Polhukam Wiranto usai menghadiri acara研讨会di Sesko AD Bandung,Rabu 2017年11月27日。摄影师oleh Yuli Saputra,Rappler

Menko Polhukam Wiranto usai menghadiri acara研讨会di Sesko AD Bandung,Rabu 2017年11月27日。摄影师oleh Yuli Saputra,Rappler

BANDUNG,印度尼西亚 - Alumni 212 berencana menggelar reuni akbar sekaligus memperingati Maulid Nabi SAW di Lapangan Monas Jakarta,Sabtu 2 Desember 2017。

Menteri Koodinator bidang Politik,Hukum,dan Keamanan Wiranto mengatakan acara itu sebaiknya tidak perlu digelar。 Sebab hanya menghabiskan energi apalagi dengan melibatkan orang banyak。

“Ya gak perlu,memang tidak perlu。 (Karena)menghabiskan energi kita sebagai bangsa,“kata Wiranto usai menghadiri acara研讨会di Sesko AD Bandung,Rabu 2017年11月27日。

Ia mengingatkan,aksi 212 awalnya merupakan gerakan spontanitas dan situasional untuk menghadapi Pilgub DKI yang saat ini sudah selesai。 Wiranto tidak melihat ada alasan lagi untuk menggelar kembali aksi tersebut。

“Nah sekarang pilgubnya sudah selesai。 Gubernur sudah terpilih。 Kemudian yang dulu tidak disepakati sekarang malah masuk ke tahanan,lalu apalagi?“ujarnya。

Wiranto menilai kegiatan Alumni 212 sebaiknya diarahkan untuk membantu pembangunan,mengamankan lingkungan menghadapi terorisme dan radikalisme,bukan malah menggelar kegiatan yang bisa mengganggu aktivitas masyarakat banyak。

Wiranto mengatakan dirinya belum mengetahui tujuan dari reuni Alumni 212. Ia berencana menemui panitia acara yang kabarnya akan dihadiri 1 juta orang itu。

“Biar masyarakat konsentrasi ke pekerjaan masing-masing supaya pendapatan tidak terganggu。 Janganlah yah diganggu dengan usaha-usaha seperti ini yang tujuannya saya belum tahu。 Saya nanti akan ketemu lah dengan panitia,“katanya。

Meski demikian,sebagai Menkopolhukam,Wiranto tidak mau mengeluarkan larangan terhadap kegiatan reuni akbar itu。 Ia mengharapkan kesadaran dari semua pihak yang terlibat。

“Ya diberitahu aja,kenapa sih? Diberitahu,dikasih penjelasan yang benar,yang baik。 Ketimbang larang melarang kan lebih baik ada kesadaran,“ucap Ketua Dewan Pembina Partai Hanura ini。 -Rappler.com