文章
  • 文章
国际

Kepergok membawa telepon genggam,napi Nusakambangan tusuk petugas keamanan

2017年11月29日下午1:27发布
2017年12月3日下午10:41更新

PENGAMANAN KETAT。 Lapas Pasir Putih Nusakambangan yang dilengkapi fasilitas keamanan super ketat。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

PENGAMANAN KETAT。 Lapas Pasir Putih Nusakambangan yang dilengkapi fasilitas keamanan super ketat。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

SEMARANG,印度尼西亚 - Muhamad Fajar别名Tata,seorang narapidana yang menghuni sel blok C,Lapas Kembang Kuning,Nusakambangan,dipindahkan ke lapas最大安全性lantaran menyerang petugas keamanan yang sedang magang。

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia(Kemenkumham)Jawa Tengah dan Yogyakarta,Ibnu Chuldun,mengatakan dari hasil pemeriksaan penyidik Polres Cilacap,Tata terbukti menusuk seorang petugas magang bernama Ardi yang sedang mengecek kondisi sel blok C di Kembang Kuning。

“杨bersangkutan kemudian diproses lebih lanjut oleh aparat Kepolisian。 Dia menusuk petugas magang karena kepergok membawa telepon genggam ke selnya,“kata Ibnu kepada Rappler,Rabu 2017年11月29日。

Pihaknya telah meminta kepada polisi untuk menindak tegas narapidana yang berulah di penjara tersebut。 Petugas Kepolisian,kata Ibnu sempat menahan Tata di Polres。

Selanjutnya,Ibnu menyatakan Tata akan dipindahkan ke Lapas Pasir Putih Nusakambangan,yang memiliki sistem penjagaan super ketat(最高安全性)。

“Pelaku penyerangan terhadap petugas magang harus ditindak tegas.Dia akan kita pindahkan ke lapas extra maximum di Pasir Putih,”ujarnya lagi。

Di Pasir Putih,Tata akan menghuni di sel isolasi dengan penjagaan super ketat dari petugas-petugas pilihan dari Kemenkumham。

Selain itu,sejumlah pelaku bentrokan antar narapidana yang terjadi di Lapas Permisan juga mendekam di sana dengan sistem pengamanan yang sama。 “Ini sebagai efek jera bagi semua napi,”tegasnya。

Ia mengaku tak ingin kecolongan lagi dengan adanya aksi penyerangan di lingkungan Lapas Nusakambangan。 Setidaknya sudah dua kali Kemenkumham mendapati dua peristiwa penyerangan yang melibatkan kelompok narapidana。

Pada akhir Oktober kemarin,Ibnu mendapati laporan bentrokan antara kelompok narapidana kasus terorisme dengan kelompok Jhon Kei。 Kejadian itu mengakibatkan beberapa narapidana terluka termasuk Jhon Kei,sedangkan seorang narapidana ditemukan tewas akibat luka tusuk di punggung。

“Karena ada dua kejadian penyerangan berturut-turut,maka kami saat ini semakin mempertebal penjagaan di semua lapas,”ungkapnya。

Tepergok bawa手机

Sedangkan menurut Sujonggo,yang ditunjuk sebagai koordinator sementara kepala Lapas Nusakambangan,aksi penyerangan terhadap petugas magang terjadi pada Minggu sekitar pukul 16:00 WIB。

Bermula dari petugas magang yang diperintahkan untuk mengontrol kondisi sel tahanan di blok C. Tetapi,petugas itu memergoki gelagat mencurigakan dari Tata yang hendak masuk ke selnya。

Ardi,petugas magang tersebut,lalu membuntuti Tata。 Ardi melihat Tata sedang memegang handphone。

“Saat ditegur malah marah-marah,kemudian disita.Tanpa diduga napi itu menusuk petugas memakai potongan gunting.Diduga kuat dia tersulut emosinya,”katanya saat dikonfirmasi terpisah。

Akibat kejadian itu,Ardi mengalami luka tusuk dan robek pada bagian tangan dan lengan kirinya。 “Nyawanya berhasil diselamatkan dan masih diraw​​at di klinik sekitar Nusakambangan.Untuk pelakunya diproses secara hukum,”terangnya。 -Rappler.com