文章
  • 文章
国际

Ribuan peziarah ikuti prosesi laskar laut di Larantuka

2017年4月14日下午3:31发布
2017年4月14日下午3:31更新

BERZIARAH。 Peziarah mengantre untuk berdoa di Kapela Tuan Ana(Tuhan Yesus)di Larantuka,Flores Timur,NTT,Kamis,4月13日。 Foto oleh Kornelis Kaha / ANTARA

BERZIARAH。 Peziarah mengantre untuk berdoa di Kapela Tuan Ana(Tuhan Yesus)di Larantuka,Flores Timur,NTT,Kamis,4月13日。 Foto oleh Kornelis Kaha / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Ribuan peziarah Katolik dari berbagai daerah di Tanah Air,sejak Jumat pagi,4月14日memenuhi pesisir pantai Kota Rewido Larantuka untuk mengikuti prosesi laskar laut Patung Yesus yang disalibkan。 Kegiatan itu merupakan bagian dari tradisi Jumat Agung di kota yang kerap disebut sebagai Reinha Rosari itu。

Rangkaian kegiatan dimulai dengan umat Katolik menggelar jalan Salib bersama di depan gereja Tuan Meninu。 Tepat pukul 12:00 WIT,umat Katolik kemudian berangkat menuju ke pantai Palo dengan menggunakan puluhan kapal dan sampan。 Sambil membawa patung Yesus yang disalibkan dan Bunda Maria mereka berlayar menuju ke Pantai Kuce。

Para biarawati terdengar melantunkan doa-doa kepada Bunda Maria,sebagai ibu dari Yesus。 Sementara,bagi umat Katolik di Larantuka,sosok Mater Dolorosa dianggap sebagai panutan kehidupan。

Kisah ibu penuh kasih yang memberikan pengorbanan dan merelakan kepergian anaknya yang dia cintai itu dielu-elukan para biarawati sepanjang prosesi laut Tuan Meninu。

Ada larangan yang harus diingat oleh para peziarah yang menggunakan kapal atau sampan。 Sebuah mitos di Larantuka meyakini jika ada yang mendahului kapal pembawa biarawati atau perahu pembawa patung bayi Yesus maka bisa mendapat celaka。

Pada siang harinya usai patung Salib Yesus tiba di Pantai Kuce,depan Istana Raja Larantuka,dilaksanakan berbagai prosesi。 Salah satunya mengantar salib dari kapela ke armida sebelum digelar prosesi Jumat Agung pada malam harinya。

Upacara tersebut merupakan bagian dari perayaan Semana Santa(pekan suci)yang berpuncak pada hari penyaliban dan kematian Yesus Kristus pada Jumat Agung。 Patung Yesus yang disalibkan,arca Tuan Meninu,dan Tuan Ma Bunda Maria sebagai pelindung Kota Larantuka kemudian diarak dan mengelilingi ibu kota Kabupaten Flores yang terletak di kaki Gunung(Ile)Mandiri。

Menurut Budayawan Flores Timur,Bernard Tukan,prosesi yang dijalankan oleh umat Katolik Larantuka pada hari Jumat Agung merupakan bentuk dramatisasi proses sengsara Tuhan Yesus。

“Jadi,sebelum laskar laut diarak dengan perahu melalui selat sempit antara Flores Timur daratan dengan Pulau Adonara,umat Katolik setempat dan para peziarah mengikuti upacara jalan salib di Katedral dan Kapela Tuan Meninu di Kota Rewindo,”ujar Bernard。

Di sinilah pusat perhatian umat dan ribuan peziarah dalam hening untuk mengikuti prosesi。 Patung Yesus yang disalibkan dimandikan dan kemudian dikeluarkan dari Kapelanya。

Tradisi Jumat Agung di Larantuka setiap tahunnya menarik banyak wisatawan baik domestik dan mancanegara。 Maka tak heran,jika kegiatan itu masuk dalam kalender pariwisata pemda setempat。 Bahkan,hotel-hotel di area tersebut kerap penuh dipesan。

Untuk tahun ini,menurut panitia Prosesi Semana Santa,jumlah peziarah mencapai 5.500 orang。 - dengan laporan ANTARA / Rappler.com