文章
  • 文章
国际

Curhat Jokowi yang kecewa Raja Salman lebih banyak investasi ke Tiongkok

2017年4月13日下午7点19分发布
更新时间:2017年4月14日上午9点06分

HUJAN DERAS。 Para pengawal Raja Salman sibuk memayungi kepala Raja agar tidak terkena guyuran hujan deras saat tiba di Istana Bogor pada Rabu,1 Maret。 Foto oleh Biro Pers Istana

HUJAN DERAS。 Para pengawal Raja Salman sibuk memayungi kepala Raja agar tidak terkena guyuran hujan deras saat tiba di Istana Bogor pada Rabu,1 Maret。 Foto oleh Biro Pers Istana

雅加达,印度尼西亚 - Presiden Joko“Jokowi”Widodo sempat curhat ketika melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Buntet,Cirebon pada Kamis,4月13日。 Di hadapan para ulama,mantan Gubernur DKI itu sempat menyampaikan kekecewaannya ketika mengetahui nominal investasi yang dibenamkan Arab Saudi ke Indonesia jauh lebih sedikit dibandingkan dengan yang diberikan ke Tiongkok。

Dalam kunjungan ke Tiongkok pada 15-16 Maret,Raja Salman bin Abdulaziz meneken kesepakatan senilai US $ 65 miliar atau sekitar Rp 870 triliun。 Sementara,dengan印度尼西亚,negara Petro美元itu membenamkan investasi Rp 89 triliun。

“杨ini sedikit sekali。 Saya agak kecewa investasi yang diberikan Arab Saudi untuk Indonesia。 Saat itu,saya kaget Rp 89 triliun diberikan kepada Indonesia,tetapi saya lebih kaget begitu Beliau ke Tiongkok,Beliau tanda tangan kurang lebih Rp 870 triliun。 Padahal,saya sudah payungi sendiri yah mosok lebih kecil dari itu(yang diberikan),“ujar Jokowi pada Kamis,4月13日。

Jokowi memayungi Raja Salman lantaran ketika tiba di Istana Bogor pada 1 Maret lalu,hujan deras tiba-tiba mengguyur kota tersebut。 Pihak Istana tidak memprediksi hujan deras akan turun。

“Waktu Beliau ke Indonesia pertama kali dan datang ke Bogor,sudah kami siapkan rapi。 Rapi sekali。 Tetapi,Allah berkehendak lain begitu Beliau masuk ke dalam pintu gerbang Istana,“tutur Jokowi。 BACA : )

Kendati begitu,mantan Walikota Solo itu menganggap hujan tersebut sebagai berkah。 Selain memayungi,Jokowi juga mengendarai sendiri mobil golf kecil yang ikut ditumpangi Raja Salman。 Saat itu,Jokowi ingin menunjukkan keindahan Istana Negara。

Nilai investas yang jomplang tersebut,rencananya akan ditindak lanjuti Jokowi kepada Pemerintah Saudi。

“Saya akan menindak lanjuti kepada Pangeran Muhammad,moga-moga Indonesia bisa mendapatkan lebih dari yang diberikan kepada Tiongkok。 Mohon doanya,Pak Kyai,“kata dia。

Tidak ingin fokus kepada angka

Nilai investasi yang tidak sesuai harapan Pemerintah Indonesia sebenarnya telah disoroti media ketika Raja Salman masih berada di Tanah Air。 Sekretaris Kabinet,Pramono Anung ketika itu pernah mengatakan bahwa Arab Saudi berencana berinvestasi di Indonesia hingga US $ 25 miliar atau setara Rp 333 triliun。 Namun,usai menekan 11 nota kesepahaman(MoU),nominalnya hanya mencapai sekitar Rp 93 triliun。

Salah satu komitmen utama yakni kerjasama antara perusahaan minyak Arab Saudi,Aramco senilai US $ 6 moth atau setara Rp 80 triliun。 沙特juga sepakat mengucurkan dana senilai US $ 1 miliar atau Rp 13 triliun dari Saudi Fund Development untuk kepentingan pembangunan perumahan,infrastruktur dan air minum。

Tetapi nota kesepahaman itu tidak membahas mengenai nasib ratusan ribu pekerja yang ada di Saudi。

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ketika itu mengatakan pemerintah tidak ingin fokus kepada angka investas yang dibenamkan Saudi di Tanah Air。

“Investasi itu kan bukan datang blek-blek Harus dipahami dulu。 Kalau datang blek itu Sinterklas。 Memang mau di-sinterklasi?“tanya mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda itu kepada media di Istana Bogor pada Rabu,1 Maret。

Sementara,perwakilan Divisi Komunikasi Kantor Staf Prsiden(KSP)bagian inseminasi informasi,Agustinus Eko Raharjo,mengatakan angka investasi itu bisa saja berubah。 Dia juga menyebut bahwa yang jadi fokus pemerintah dari kunjungan bersejarah Raja Salman bukan sekedar mengincar investasi,tetapi juga meningkatkan hubungan kedua negara。

“Kita bukan bangsa pengemis。 Hal yang harus digarisbawahi adalah bagaimana kita membuka hubungan baru setelah 47 tahun,“ujar Agustinus yang ditemui usai mengisi acara dialog di Jakarta pada 4 Maret。 - Rappler.com