文章
  • 文章
国际

UNBK di Aceh:Dari minimnya akses internet hingga'byar-pret'listrik

2017年4月13日下午1:45发布
2017年4月13日下午1:45更新

Sejumlah siswi mengikuti UNBK di SMA Negeri I Keumala,Pidie,Aceh,Senin(10/4)。 Foto oleh Habil Razali / Rappler

Sejumlah siswi mengikuti UNBK di SMA Negeri I Keumala,Pidie,Aceh,Senin(10/4)。 Foto oleh Habil Razali / Rappler

PIDIE,印度尼西亚 - Ujian Nasional Berbasis Komputer(UNBK)hari pertama di SMA Negeri 1 Keumala,Kabupaten Pidie,Aceh,baru setengah jam berjalan ketika seorang siswi berteriak,“Pak,komputer saya ter-logout sendiri!”

Siswi tersebut panik seketika。 Keringat membasahi sebagian dahinya。 Ujian penentuan akhir yang diikutinya tiba-tiba telah dianggap usai setelah ter-logout。 Padahal ia belum menjawab seluruh soal。 Pandangan seisi ruangan Laboratorium Komputer tempat UNBK digelar di sekolah tersebut sontak mengarah kepadanya。

“Tenang,jangan panik dulu。Ini terjadi karena jaringan internet yang melambat,”kata Proktor SMA Negeri 1 Keumala,Iskandar,Senin 2017年4月10日。

Iskandar kemudian meminta siswi tersebut melakukan登录ulang dengan memasukkan 用户密码 Namun,tak lama berselang,hal serupa terjadi pada siswa lain。

Tidak hanya sekali。 Akun siswa yang keluar tiba-tiba dan dianggap telah usai ikut ujian terjadi hingga lima kali saat ujian masih berlangsung di hari pertama。

Iskandar menjelaskan hal tersebut terjadi akibat koneksi internet yang melambat。 “Jadi saat komputer tiba-tiba terputus dengan koneksi internet,server membaca bahwa akun siswa yang ujian di komputer tersebut telah usai,”kata Iskandar。

Permasalahan tersebut diakibatkan kurangnya kualitas jaringan internet di sekolahnya。 Sebab,menurut Iskandar,koneksi jaringan internet UNBK di sekolahnya hanya mengandalkan modem。

“Dengan jumlah komputer sebanyak 40 unit,maka modem tidak mampu menghubungkan koneksi internet komputernya ke server secara bersamaan,”kata Iskandar。

Tulisan yang muncul di komputer saat akun siswa tiba-tiba keluar sendiri ketika ujian nasional berbasis komputer sedang berlangsung。 Foto oleh Habil Razali / Rappler

Tulisan yang muncul di komputer saat akun siswa tiba-tiba keluar sendiri ketika ujian nasional berbasis komputer sedang berlangsung。 Foto oleh Habil Razali / Rappler

Iskandar telah melaporkan persoalan ini kepada penyedia jaringan internet。 “Kami telah melapor soal ini kepada Telkom,”ujar Iskandar。 Untungnya,persoalan serupa tak berulang pada hari kedua dan ketiga UNBK。

Namun jaringan internet bukan satu-satunya persoalan UNBK di Aceh。 Sebab ada kendala lain,yakni padamnya listrik。 Akibatnya komputer tidak dapat dioperasikan。 Hal ini antara lain dialami siswa di SMA Negeri 1 Kuta Makmur,Aceh Utara。

UNBK di sekolah tersebut tiba-tiba terhenti pada sesi ketiga dikarenakan listrik padam。 Akibatnya,pelaksanaan ujian terpaksa molor selama satu jam。 Kendala listrik padam teratasi setelah pihak sekolah mencari发电机组。

Hal serupa juga dialami SMA Negeri 1 Sawang,Aceh Utara。 Bahkan,di sana listrik telah lebih dulu padam sebelum UNBK dimulai。 Untungnya,pihak sekolah telah menyediakan genset guna mengantisipasi hal tersebut。

Kepala Dinas Pendidikan Aceh,Laisani,mengatakan UNBK di provinsi Aceh tahun ini digelar di 397 sekolah atau 56 persen dari keseluruhan sekolah SMA / MA di sana yang totalnya berjumlah 705 unit。

Beberapa kabupaten malahan sudah menggelar UNBK 100 persen,yaitu Kota Sabang(4 sekolah),Subulussalam(19 sekolah),Kota Lhokseumawe(18 sekolah),Bener Meriah(31 sekolah),Aceh Tamiang(34 sekolah),Nagan Raya(20 sekolah) dan Abdya(19 sekolah)。

Di sisi lain juga masih ada daerah yang belum bisa melaksanakan UNBK lantaran sejumlah kendala,seperti minimnya akses internet dan pasokan listrik yang masih byar-pret,salah satunya di SMA Negeri I Keumala。

“Masih banyak daerah yang belum melaksanakan ujian nasional berbasis komputer.Jadi masih menggunakan pensil,”kata Laisani saat meninjau pelaksanaan UNBK di Kota Banda Aceh,Senin 2017年4月10日。-Rappler.com