文章
  • 文章
国际

Sidang kedua digelar,jaksa hadirkan bukti dakwaan terhadap Siti Aisyah

2017年4月13日上午10:40发布
更新时间:2017年4月13日上午10:40

DITAHAN。 Warga Indonesia,Siti Aisyah ditahan oleh kepolisian Malaysia karena diduga terkait pembunuhan Kim Jong-Nam,saudara tiri Kim Jong-Un。 Foto dari Kepolisian Diraja Malaysia

DITAHAN。 Warga Indonesia,Siti Aisyah ditahan oleh kepolisian Malaysia karena diduga terkait pembunuhan Kim Jong-Nam,saudara tiri Kim Jong-Un。 Foto dari Kepolisian Diraja Malaysia

雅加达,印度尼西亚 - Persidangan terhadap terdakwa pembunuhan warga Korea Utara,Siti Aisyah kembali digelar di Mahkamah Seksyen Sepang Bandar Baru Salak Tinggi,Selangor pada Kamis,4月13日。 Agenda di dalam persidangan yakni mendengarkan bukti-bukti untuk menentukan apakah kasus tersebut akan diserahkan ke Pengadilan Tinggi atau tidak。

“Persidangan hari ini tidak mendengarkan sanggahan。 Pledoi baru akan disampaikan di Pengadilan Tinggi。 Tim Perlindungan WNI dari KBRI dan pusat ikut mendampingi,“ujar Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri,Lalu Muhammad Iqbal pada Rabu,4月12日melalui pesan pendek。

Sementara,penjagaan di luar gedung Mahkamah Sepang terlihat sangat ketat。 Personel kepolisian terlihat dikerahkan。 Mereka mengenakan seragam berwarna hitam,penutup wajah yang hanya memperlihatkan mata dan senjata。

Personel kepolisian juga dikerahkan di pintu masuk gerbang menuju ke Mahkamah。 Di belakang polisi bersenjata terlihat belasan mobil patroli polisi dan para tamu。 Garis polisi juga dipasang di dekat penjagaan。

Otoritas keamanan di Malaysia hanya membatasi sebanyak 40 wartawan saja yang diizinkan masuk ke lokasi sidang。 Sebanyak 14 orang lainnya termasuk wartawan印度尼西亚hanya diizinkan menunggu di depan pintu pagar。

哈鲁斯·迪贝巴斯坎

Sementara,pengacara Siti Aisyah,Gooi Soon Seng,akan meminta kepada Polisi Diraja Malaysia(PDRM)untuk membebaskan ibu satu anak tersebut。 Sebab,polisi telah membebaskan salah satu tersangka kasus pembunuhan Kim Jong-Nam yakni Ri Ji-u atau yang disebut James ke Korea Utara。

Ri Ji-u merupakan orang yang menawari perempuan kelahiran Serang tersebut pekerjaan untuk bermain program prank di televisi。 Kepada tim perlindungan KBRI,Siti mengaku dibayar RM 400 atau Rp 1,2 juta setiap kali tampil di program tersebut。

Sementara,Ri Ji-u dibebaskan oleh otoritas Malaysia ke Korut bersamaan dengan pemulangan sembilan warga Negeri Jiran yang telah disandera di Pyongyang。 Padahal,sebelumnya dia dikenai status sebagai tersangka。

Oleh sebab itu,Gooi menilai polisi Malaysia tidak mau bekerjasama untuk menuntaskan kasus ini。

“Kalau polisi Malaysia mau bekerjasama,mengapa mereka mendakwa Siti Aisyah? Mengapa tersangka yang penting dibolehkan kembali ke韩国Utara? Itu akan berpengaruh pada pembelaan saya terhadap Siti Aisyah,“ujar Gooi di kantornya di Gooi&Azura,Kuala Lumpur pada Rabu,4月12日。

Menurut Gooi,Ri Ji-u merupakan saksi yang sangat penting。 Dia mengaku kesal lantaran otoritas马来西亚malah membiarkan dia lolos dan kembali ke negara asalnya。

Gooi mengetahui Ri Ji-u sudah tidak lagi di Malaysia dari Kepala Polisi Diraja Malaysia(PDRM)。

“Saya juga akan menyampaikan pengaduan itu di Mahkamah Majistret Sepang,”kata dia。

Sikap lain yang menunjukkan bahwa polisi马来西亚tidak bekerja sama dengan baik dengan Pemerintah印度尼西亚yakni laporan post mortem dan rekaman kamera pengawas(CCTV)yang belum diberikan kepada pengacara。 Sementara,dua dokumen itu sangat penting untuk membantu mengungkap dalang sesungguhnya dari aksi pembunuhan berencana terhadap abang tiri Kim Jong-Nam tersebut。

“Mereka(Ri Ji-u)merupakan saksi yang bisa membantu kami dalam pembicaraan。 Mereka malah diberikan kesempatan balik ke Korut。 Bagaimana kami mendapatkan keterangan dari mereka?“tanyanya。

Tidak tahu ada racun

MELAPOR。 Pria yang diduga menyerupai Kim Jong-Nam tengah melapor ke polisi di Bandara Internasional Kuala Lumpur(KLIA)2 usai diserang oleh dua orang perempuan。 Foto diambil dari rekaman CCTV yang terpasang di bandara。 Foto oleh富士电视台/法新社

MELAPOR。 Pria yang diduga menyerupai Kim Jong-Nam tengah melapor ke polisi di Bandara Internasional Kuala Lumpur(KLIA)2 usai diserang oleh dua orang perempuan。 Foto diambil dari rekaman CCTV yang terpasang di bandara。 Foto oleh富士电视台/法新社

Gooi menjelaskan jika kliennya tidak tahu minyak yang digunakan dalam aksi 恶作剧 tersebut mengandung racun。 Selama ini,dia hanya diberi tahu bahwa minyak tersebut adalah minyak biasa。 Bahkan,baunya berbeda-beda。 Ada yang menyerupai bau minyak telon,namun ada juga yang berbau solar。

Dia mengatakan kliennya sudah pernah melakukan aksi serupa di Kamboja。 Sebelumnya,aksi 恶作剧 ita tidak ada masalah。

“Beberapa tempat lain seperti bandara di KLIA dan Kamboja juga pernah menjadi tempat untuk aksi itu。 Semua 恶作剧 yang dia buat tidak ada masalah,“katanya。

Sehingga,dia menegaskan tidak ada niat sama sekali dari kliennya untuk membunuh seseorang。 Jika seseorang tidak ada niat untuk melakukan pembunuhan,kata Gooi,maka perbuatan tersebut tidak bisa dikatakan pembunuhan。

Saat melakukan aksi 恶作剧 di Bandara KLIA 2,Siti tidak sendirian。 Dia beraksi bersama satu perempuan asal Vietnam,Doan Thi Huong。 Kali ini dia sudah didampingi dua pengacara yaitu Hisham Teh Poh Teik dan Datuk Naran Singh。

Keduanya dihukum di bawah Seksyen 302 Kanun Keseksaan atau pembunuhan berencana bersama Seksyen 34 kanun yang sama。 Jika terbukti bersalah,maka Aisyah dan Doan terancam hukuman mati。

Keduanya tertangkap kamera CCTV bandara membalurkan cairan beracun VX ke wajah Kim Jong-Nam pada 13 Februari。 Tak lama usai penyerangan tersebut,Kim Jong-Nam meninggal。 - dengan laporan ANTARA / Rappler.com