文章
  • 文章
国际

Antiklimaks最终决定Pilkada DKI

2017年4月12日下午10:32发布
2017年4月12日下午10:32更新

Dua pasangan calon saat debat publik Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di Hotel Bidakara,Jakarta,Rabu(12/4)。 Foto oleh M Agung Rajasa / ANTARA

Dua pasangan calon saat debat publik Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di Hotel Bidakara,Jakarta,Rabu(12/4)。 Foto oleh M Agung Rajasa / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Debat Pilkada DKI雅加达telah memasuki剧集terakhir。 Sayangnya debat yang berlangsung di Hotel Bidakara pada Rabu malam,2017年4月12日,ini tak berlangsung sesengit yang diperkirakan sebelumnya。

Saling mengkritisi antar pasangan calon justru baru terjadi di segmen-segmen terakhir,ketika masing-masing pasangan diberikan kesempatan untuk bertanya kepada pasangan lain。

Di segemen ini,Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama misalnya menyoroti sikap calon gubernur Anies Baswedan yang dianggapnya tidak konsisten antara mendukung reklamasi atau menolak。

“Pada 13 Oktober Pak Anies menolak reklamasi。 Tapi 8 Februari,Pak Anies mau alihkan fungsi menjadi lahan publik。 Pada 17 Maret,akan ikuti pengadilan,“kata Ahok。

Ahok mengatakan,bahkan dalam debat ini Anies juga terang-terangan menolak reklamasi。 Padahal,Ahok melanjutkan,dari 17 pulau hasil reklamasi,ada pulau yang sudah beroperasi。

“Pulau yang sudah terlanjur dibangun mau diapakan,”kata Ahok。 “Keputusan pemerintah pusat dari zaman Pak Harto,bagaimana mau kita batalkan? Padahal sudah menyerap 1,2 juta lahan kerja。“

Anies memang tak secara tegas memposisikan dirinya dalam kasus reklamasi。 Dalam kesempatan ini ia menjawab jika dirinya menjadi gubernur,maka dirinya akan memanfaatkan pulau reklamasi untuk kepentingan publik。

Saat ini ia menilai reklamasi tidak berpihak kepada nelayan yang tinggal di pesisir utara雅加达。 “Ketika kita membangun pulau-pulau di sana lalu jadi pemukiman mewah,yang menikmati bukan nelayan,”kata Anies。

Baca:

Debat juga sempat memanas ketika Ahok menilai program rumah dengan DP 0 persen yang digulirkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno hanya retorika belaka。

“Ini terlalu retorika,”kata Ahok。 Ia mengaku dirinya bingung dengan program tersebut,apakah untuk kepemilikan rumah tapak atau rumah susun。 “Rumah yang bapak sediakan ini,rumah tapak atau rumah susun?”

Dalam kesempatan tersebut,Anies mengatakan pemahaman Ahok soal DP 0 persen keliru。 Menurutnya dirinya dan Sandiaga Uno tidak membikrakan soal rumah dalam program DP 0 persen。

“杨kami bicarakan instrumen pembiayaannya。 Agar siapa saja bisa beli rumah,baik rumah tapak atau rumah susun,“kata Anies。 Ia menyebutkan 49 persen warga Jakarta tidak memiliki rumah sendiri。

Anies mengatakan program DP 0 persen ini digulirkan karena keberpihakan mereka pada rakyat。 “Berpihak pada rakyat kebanyakan,琼脂mereka temukan solusi。 Itu perbedaan mendasarnya,“kata Anies。

Baca:

Persoalan lain yang diangkat dalam debat ini adalah masalah transportasi。 Anies menjanjikan ongkos tarif angkutan umum di Jakarta sebesar Rp 5 ribu。 Ia juga akan menyambungkan semua transportasi dalam satu sistem。

“Kami ingin seluruh moda transportasi tersambungkan,dari bus,LRT,MRT。 Hari ini masih jalan sendiri-sendiri。 Dengan satu sistem,Rp 5 ribu,semuanya,“kata Anies。

Sementara Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama mengatakan dirinya telah menggratiskan Bus Transjakarta bagi warga Jakarta yang memiliki gaji Upah Minimum Provinsi(UMP)。

“Kalau gajinya UMP,bapak-Ibu laporkan gajinya di Bank DKI,maka bisa gratis。 Hanya memang busnya yang perlu kami tambah。 Rute juga kami tambah。 Lansia juga bisa kami jemput dengan TransJakarta Care,“kata Ahok。

Baca:

Sementara mengenai rumah susun yang banyak dikeluhkan warga karena sering bocor,Ahok dan Djarot Saiful Hidayat mengakui memang ada persoalan di rumah susun,khususnya di rumah susun Jatinegara。

“Harus kami akui,beberapa rusun dengan kontraktor yang maling,berakibat seperti itu。 Sekarang kami perlambat,dengan perhatikan kualitas yang lebih baik,“kata Ahok。

Djarot juga tak menampik adanya kekurangan dalam pengadaan rumah susun bagi warga。 “Kami sudah ke Rusun Jatinegara。 Memang ada beberapa yang komplain,“kata Djarot。

Djarot mengatakan dirinya dan Ahok tidak bisa memuaskan semua orang。 “Mohon maaf jika ada yang bocor,tapi kami tanggung-jawab untuk perbaiki,”kata Djarot

巴卡:

Pembahasan lain yang disinggung dalam debat ini adalah masalah nelayan di teluk雅加达。 Anies mengatakan saat ini ada 12 ribu nelayan di Jakarta。

Sayangnya,kata Anies,di Jakarta dalam statistik tidak ada profesi nelayan。 “Kami akan pastikan nelayan meningkat kesejahteraannya,”kata Anies。 “Dengan memberikan mereka modal。”

Sementara wakil Anies,Sandiaga Uno,berpendapat serupa dengan Anies。 Ia mengatakan dirinya dan Anies menolak reklamasi karena program tersebut tidak adil buat para nelayan。

Hanya saja,saat menyebut jumlah nelayan,angkanya berbeda dengan yang dise buties Anies Baswedan。 Anies menyebut jumlah nelayan di Jakarta 12 ribu。 Sementara sandi mengatakan,“Kami berpihak pada 24.000 nelayan di pesisir Jakarta。”

Baca:

-Rappler.com