文章
  • 文章
国际

Tak ada pengawal untuk Novel Baswedan

2017年4月11日下午8:10发布
2017年4月11日下午8:10更新

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)小说Baswedan menyapa wartawan saat akan dirujuk ke rumah sakit khusus mata di Jakarta,Selasa(11/4)。 Foto oleh Aprillio Akbar / ANTARA

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)小说Baswedan menyapa wartawan saat akan dirujuk ke rumah sakit khusus mata di Jakarta,Selasa(11/4)。 Foto oleh Aprillio Akbar / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Tak salah jika kasus dugaan korupsi pada proyek pengadaan KTP Elektronik disebut-sebut sebagai kasus korupsi terbesar di Indonesia。

Sebab dana yang diduga ditilap dari proyek ini mencapai Rp 2,3 triliun。 Angka ini jauh lebih besar dari kerugian negara yang diderita dari proyek Hambalang atau Simulator SIM。

Selain itu,kasus KTP Elektronik juga menyeret banyak nama besar,mulai dari kalangan legislatif,swasta,hingga eksekutif。 Sehingga tak mengejutkan jika kasus ini menyita banyak perhatian。

Namun di tengah gencarnya sorotan publik terhadap kasus ini,para penyidik KPK yang mengusut kasus ini justru tak mendapatkan pengamanan。 Di antara para penyidik tersebut adalah Novel Baswedan。

新颖的tidak mendapatkan pengawalan secara khusus,padahal dia adalah salah satu penyidik senior yang terlibat dalam pengungkapan kasus ini。 Hal ini diungkapkan Wisnu Broto,Ketua RT 03,tempat Novel tinggal di Jakarta Utara。

“Enggak seperti dulu.Dulu kan dijagain marinir.Ini enggak dijagain sama sekali,”kata Wisnu di depan kediaman Novel di Jalan Deposito,Kelapa Dua,Jakarta Utara,Selasa 2017年4月11日。

Wisnu kemudian membandingan dengan pengamanan yang didapatkan Novel saat ia mengusut kasus Simulator SIM。 Saat itu,kata Wisnu,Novel mendapatkan pengawalan khusus。

Bahkan,Wisnu melanjutkan,saat itu mobil Marinir selalu diparkir di depan kediaman Novel。 “Marinirnya masuk ke dalam(rumah Novel)jagain keluarga.Kalau salat subuh dikawal sama marinir,”katanya。

Wisnu tidak mengingat dengan jelas waktu penjagaan tersebut。 Namun,dia memastikan,penjagaan itu berlangsung pada pertengahan 2016. Pengawalan berlangsung selama sekitar tiga bulan。

“Marinir yang jagain pakai senjata lengkap kok.Yang jelas pernah empat,pernah dua(personel),”kata dia。

Selasa pagi tadi,Novel disiram air keras oleh dua orang tak dikenal sesaat setelah ia menunaikan salat subuh。 Saat penyerangan itu berlangsung,tak ada pengawal yang melindunginya。 -Rappler.com