文章
  • 文章
国际

ICW desak Polri ungkap dalang penyerang Novel Baswedan

2017年4月11日上午11:42发布
2017年4月11日上午11:42更新

Tiga penyidik KPK Novel Baswedan(kedua kanan),Ambarita Damanik(kiri)dan M Irwan Santoso(kanan)tiba untuk menjadi saksi kasus tindak pidana korupsi pengadaan pekerjaan KTP elektronik(E-KTP),Senin(27/3)。 Foto oleh Sigid Kurniawan / ANTARA

Tiga penyidik KPK Novel Baswedan(kedua kanan),Ambarita Damanik(kiri)dan M Irwan Santoso(kanan)tiba untuk menjadi saksi kasus tindak pidana korupsi pengadaan pekerjaan KTP elektronik(E-KTP),Senin(27/3)。 Foto oleh Sigid Kurniawan / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Lembaga pegiat anti korupsi印度尼西亚腐败观察(ICW)mendesak Presiden Joko“Jokowi”Widodo dan Kapolri mencari dan menindak tegas pelaku penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)Novel Baswedan。

“Karena praktik kekerasan atas personel KPK telah dilakukan berulang kali,”kata Koordinator ICW Adnan Topan Husodo dalam keterangan tertulis,Selasa 2017年4月11日。“Masyarakat perlu tahu siapa dalang di balik aksi teror yang dilakukan kepada Novel Baswedan。”

新的Baswedan disiram air keras oleh dua orang tak dikenal usai menunaikan salat Subuh berjamaah di masjid dekat rumahnya di Kelapa Gading,Jakarta Utara,Selasa pagi。 Akibat penyerangan ini,Novel kini diraw​​at intensif di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading,Jakarta Utara。

(巴卡: )

Adnan menduga serangan terhadap Novel ini berkaitan dengan kasus dugaan korupsi pada pengadaan KTP Elekronik yang diduga merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun。 Kasus yang diduga melibatkan sejumlah pejabat ini telah bergulir di pengadilan。

Selain menuntut agar dalang pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan diungkap,Adnan juga meminta Polri untuk lebih meningkatkan pengamanan kepada siapapun yang bekerja melawan korupsi。

Tuntutan agar dalang pelaku penyerangan terhadap Novel diungkap juga disuarakan Jaringan Gusdurian。 Serangan ini,menurut mereka,adalah bentuk nyata dari intimidasi terhadap upaya pemberantasan korupsi。

“Untuk melemahkan KPK dan menciptakan rasa takut kepada semua pihak yang menginginkan kasus-kasus korupsi dibuka dan diadili,”demikian pernyataan tertulis dari Jaringan Gusdurian。 -dengan laporan ANTARA / Rappler.com