文章
  • 文章
国际

Kapolres Tangerang minta maaf atas insiden penamparan aktivis perempuan

2017年4月10日下午4点28分发布
2017年4月10日下午4:29更新

Aktivis perempuan Emalia Yanti saat berdebat dengan anggota polisi berpakaian sipil dan sejumlah Anggota Pamong Praja,Minggu(9/4)。 Foto dari video rekaman yang beredar di media sosial。

Aktivis perempuan Emalia Yanti saat berdebat dengan anggota polisi berpakaian sipil dan sejumlah Anggota Pamong Praja,Minggu(9/4)。 Foto dari video rekaman yang beredar di media sosial。

雅加达,印度尼西亚(更新) - Kepala Kepolisian Resor Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan meminta maaf kepada masyarakat atas insiden penamparan yang diduga dilakukan oleh anak buahnya di Bundaran Tugu Adipura pada Minggu,4月9日。

“Kami menyesalkan kejadian tersebut dan memohon maaf atas ketidaknyamanan terhadap peristiwa itu,”kata Harry Minggu kemarin。

Insiden penamparan tersebut terekam kamera video dan tersebar melalui media sosial dan pesan pendek WhatsApp。

Korban penamparan diketahui bernama Emalia Yanti,24 tahun,yang bekerja di PT Panarub Industry。 Sementara pelaku penamparan diduga Kepala satuan intelejen Polres Metropolitan Kota Tangerang Ajun Komisaris Besar Danu Wiyata。

Kejadian ini bermula ketika Emilia menghampiri polisi dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang yang mencopoti海报dan spanduk peserta unjuk rasa。 Emilia bermaksud menanyakan kenapa spanduk-spanduk itu dicopot。

Sementara,polisi mencopot spanduk itu lantaran menerapkan peraturan wali kota(perwal)02/2017 yang melarang unjuk rasa dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu。

Saat perdebatan itulah insiden penamparan terjadi。 Koordinator lapangan unjuk rasa,Kokom Komalasari,mengatakan akan membawa kasus ini ke Propam Polda Metro Jaya。 -Rappler.com