文章
  • 文章
国际

Sutiyoso temui warga penolak pabrik semen,untuk apa?

2017年4月8日上午11:46发布
2017年4月8日上午11:46更新

TEMUI WARGA。 Komisaris Utama PT Semen Indonesia yang sekaligus mantan Kepala BIN,Sutiyoso menemui perwakilan warga Rembang yang menolak keberadaan pabrik PT Semen Indonesia(SI)di Desa Tegaldowo pada Kamis,4月6日。 Foto oleh JMPKK

TEMUI WARGA。 Komisaris Utama PT Semen Indonesia yang sekaligus mantan Kepala BIN,Sutiyoso menemui perwakilan warga Rembang yang menolak keberadaan pabrik PT Semen Indonesia(SI)di Desa Tegaldowo pada Kamis,4月6日。 Foto oleh JMPKK

雅加达,印度尼西亚 - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara(BIN),Sutiyoso tanpa diduga mendatangi rumah salah seorang warga yang menolak pabrik Semen Indonesia(SI)pada Kamis,4月6日。 Pria yang baru diangkat menjadi Komisaris PT SI itu rupanya berusaha membujuk agar warga yang menolak pembangunan pabrik PT SI untuk berubah pikiran。 BACA : )

“Kedatangan komisaris baru PT Semen Indonesia ini tentu saja mengundang pertanyaan warga。 Apa lagi di hadapan warga dia masih mengaku sebagai orang pemerintah,lalu meminta warga menghentikan perlawanan dan berhenti mempermasalahkan PT Semen Indonesia,“ujar Ketua Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia(YLBHI),Muhammad Isnur yang ikut mendampingi warga melalui keterangan tertulis,Jumat 7 April 。

Isnur menjelaskan jika merujuk kepada peraturan berkaitan dengan bisnis yakni UU nomor 40 tahun 2007 maka idealnya kedatangan Sutiyoso berkaitan dengan kepatuhan hukum dan kepentingan lingkungan。

Ini bukan kali pertama perwakilan pemerintah mendatangi warga yang menentang adanya pembangunan pabrik PT Semen Indonesia。 Pada tanggal 30 Maret,Dewan Ketahanan Nasional melakukan kunjungan ke Pati。

Kunjungan mantan Gubernur DKI itu mendapat tanggapan dari beberapa tokoh di Indonesia。 Ketua PP Muhammadiyah,Busyro Muqoddas menilai pemerintah harus menghormati putusan Mahkamah Agung yang meminta agar izin pembangunan pabrik dibatalkan。

“Putusan MA harus ditegakan sebagai wujud menghormati prinsip negara hukum。 Izin yang diberikan oleh Gubernur Jawa Tengah adalah kebijakan yang ditempuh bertentangan dengan putusan MA,“ujar Busyro。

Oleh sebab itu,semua pihak,termasuk Sutiyoso seharusnya menghormati putusan dari lembaga hukum tertinggi di Indonesia itu。 Dia pun mempertanyakan apakah tugas seorang Komisaris Utama juga harus turun ke lapangan melakukan lobi seperti ini。

Sementara,pegiat Hak Asasi Manusia(HAM)dan mantan Koordinator KontraS,Haris Azhar menilai pengangkatan Sutiyoso sebagai Komut PT Semen Indonesia tidak masuk akal。 Sebab,tidak ada prestasi yang mencolok yang dicapai oleh Sutiyoso。

“Dia lebih dikenal sebagai tentara yang berlumur kekuasaan dan dibungkus catatan pelanggaran HAM。 Karyanya di BIN juga tidak jelas,“kata Haris。

Dia juga mempertanyakan apa tujuan Sutiyoso mendatangi rumah warga yang menentang keberadaan pabrik PT Semen Indonesia。 Apakah hal tersebut dilakukan untuk menekan masyarakat。

“Saya yakin masyarakat sudah tidak takut dengan gaya-gaya tekanan atau persuasi lewat jenderal tua seperti Sutiyoso,”katanya lagi。

Sedangkan,mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK),Bambang Widjojanto mengatakan apa yang dilakukan oleh pemerintah tidak lebih untuk mengeruk keuntungan bagi mereka dan korporasi。 Kemudian mereka menggunakan Pemda sebagai alat untuk mencapai tujuan itu。

“Keberadaan SI harus ditujukan untuk kepentingan daulat rakyat dan bukan mendurhakai rakyat,”tutur Bambang。

Mereka mengaku akan terus mencermati langkah pemerintah terkait keberadaan pabrik PT SI tersebut。 - Rappler.com