文章
  • 文章
国际

Polri:Tiga terduga teroris Lamongan terkait aksi teror bom Sarinah

2017年4月7日下午9点17分发布
更新时间:2017年4月7日下午9点18分

BERJAGA。 Aparat bersenjata berjaga di depan kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palu,Sulawesi Tengah,pada 16 Januari 2016.Tim gabungan TNI / Polri kembali menembak mati seorang terduga teroris saat terjadi kontak senjata di Desa Taunca,Poso pada 15 Januari。 Foto oleh Basri Marzuki / ANTARA

BERJAGA。 Aparat bersenjata berjaga di depan kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palu,Sulawesi Tengah,pada 16 Januari 2016.Tim gabungan TNI / Polri kembali menembak mati seorang terduga teroris saat terjadi kontak senjata di Desa Taunca,Poso pada 15 Januari。 Foto oleh Basri Marzuki / ANTARA

雅加达,印度尼西亚(更新) - Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan tiga terduga teroris yang ditangkap oleh anggota Densus 88 Anti Teror merupakan bagian dari jaringan Suryadi Mas'ud dan Nanang Kosim。 Keduanya telah ditangkap pada 24 Maret lalu。 BACA : )

Suryadi Mas'ud ditangkap di Hotel Lafa Park Family Adventure di Cikarang Timur。 Sementara,Nanang Kosim ditangkap di Ciwandan,Banten。 Sayang,ketika akan dihentikan oleh anggota Densus,Nanang melawan。 Akhirnya dia tewas karena terkena timah panas polisi。

Suryadi diketahui turut mendanai aksi teror di Sarinah dan sudah memiliki koneksi ke kelompok teroris di Filipina Selatan。 Sementara,menurut Martinus peran dari ZA,HE dan H yakni untuk memfasilitas pembelian senjata api bagi jaringan Suryadi。

“Kasus penangkapan di Lamongan itu,ZA selain anak buah Aman Abdurahman,dia berkaitan dengan pembelian senjata pada penangkapan sebelumnya,”kata Martinus di Mabes Polri,Jakarta Selatan,Jumat,4月7日。

ZA,kata Martinus melanjutkan,sudah pernah dibaiat oleh terpidana kasus terorisme Aman Abdurrahman untuk menjadi pimpinan Jamaah Ansorut Daulah(JAD)di Indonesia。 ZA kemudian diminta ke Filipina Selatan untuk belajar militer。

Martinus menjelaskan,saat ZA kembali ke Indonesia dia membawa lima pucuk senjata api。 Informasi itu didapat dari Suryadi。

Dua senjata di antaranya pernah dipakai oleh kelompok teroris untuk beraksi di Sarinah pada Januari 2016 silam。

“Sedangkan tiga senjata lainnya masih dicari。Anggota jaringan Suryadi Mas'ud lainnya sudah ditangkap beberapa hari yang lalu,”tutur Martinus。

Akan serang kantor polisi

Kadiv Humas Mabes Polri,男孩Rafli Amar mengatakan ketiga terduga teroris itu sudah memiliki rencana untuk beraksi pada pekan depan。 目标mereka adalah Polsek Brondong Lamongan。

“Mereka sudah menyiapkan empat senapan pendek yang masih dikuasai kelompok tersebut,”ujar Boy melalui keterangan tertulis pada Jumat,4月7日。

ZA juga mendapat kontak dari Nanang Kosim yang dapat membantu proses penyelundupan 18 pucuk senjata dari Filipina selatan。 Belasan senjata itu rupanya merupakan pesanan dari Suryadi Ma'sud。 Untuk memastikan senjata bisa diterima,ZA memerintahkan R untuk melakukan survei di Pelabuhan Tanjung Perak dan di Lamongan。

Sementara,ZH ditangkap karena pernah melakukan transaksi pembelian senjata di Sangir,Sulawesi Utara bersama ZA。

Ketiga terduga teroris itu ditangkap oleh anggota Detasemen khusus 88 anti teror di wilayah Kecamatan Paciran,Kabupaten Lamongan pada Jumat,4月7日sekitar pukul 09:30 WIB。 Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri,Brigjen Rikwanto mengatakan ketiga terduga teroris ditangkap di dua tempat terpisah。

“Pukul 09:30 WIB bertempat di depan SMPN I Paciran telah dilaksanakan penangkapan oleh Densus 88 terhadap ZA yang sedang mengendarai sepeda motor dan berboncengan dengan HE,”ujar Rikwanto yang dikonfirmasi melalui pesan pendek pada Jumat,4月7日。

Dia mengatakan Densus kemudian menangkap H di Dusun Jetak,Lamongan pada pukul 10:00 WIB。 Rikwanto mengatakan ketiganya sudah dibawa ke kantor Mapolda Jawa Timur untuk dimintai keterangan。 - Rappler.com