文章
  • 文章
国际

Banjir rendam sejumlah dusun di Kutai Kertanegara

2017年4月3日下午12:30发布
2017年4月3日下午12:32更新

Banjir merendam sejumlah desa di Kabupaten Kutai Kertanegara,Kalimantan Timur,Senin(3/4)。 Foto oleh Andi Rahma Selviani / Rappler

Banjir merendam sejumlah desa di Kabupaten Kutai Kertanegara,Kalimantan Timur,Senin(3/4)。 Foto oleh Andi Rahma Selviani / Rappler

KUTAI KARTANEGARA,印度尼西亚 - Banjir merendam sejumlah desa di Kabupaten Kutai Kertanegara,Kalimantan Timur,sejak Sabtu 4月1日lalu。 Sekitar 600 kepala keluarga terpaksa mengungsi。

“Banjirnya tinggi sekali。 Tadi saya turun,airnya melewati pusar,“kata Kepala Desa Santan Tengah Nasrullah saat dihubungi dari Samarinda,Senin,2017年4月3日。

Banjir antara lain merendam Dusun Handil II,Handil III,Kampung Masjid dan Handil Mico。 “Paling parah di kampung masjid dan di Handil III,semuanya tenggelam,”kata Nasrullah。

Selain merendam ratusan rumah warga,banjir juga mengancam panen jagung dan lombok。 Hasil tanaman yang sudah dipanen pun ikut terancam gagal didistribusikan。 “Karena akses jalan(keluar masuk Desa Santan Tengah)terputus,”kata Nasrullah。

Selain itu banjir membawa buaya ke tengah pemukiman。 Keberadaan buaya-buaya ini mengancam keselamatan para pengungsi banjir。 “Buaya juga sering dilihat warga masuk ke pemukiman.Itu patut diwaspadai,”kata Nasrullah。

Akibat banjir,sejumlah sekolah juga terpaksa diliburkan。 Nasrullah menduga banjir kali ini antara lain diakibatkan oleh keberadaan tambang batu bara di hulu sungai Desa Santan Tengah。

“Karena airnya berbeda dengan dulu(sebelum ada tambang),kalau karena air pasang kan warnanya biasa lumpur campur warna hitam,”Nasrullah melanjutkan。

Kecurigaan yang sama datang dari Mansur,40 tahun,warga Desan Santan Tengah。 Menurutnya,banjir biasanya hanya merendam kawasan rendah di daerah tersebut。 “Biasanya agak tinggi wilayahnya itu tidak tenggelam,”katanya。

Ia menduga eksplotasi tambang batu bara membuat penyerapan air tidak sempurna。 Sungai juga menjadi dangkal。 “Daerah sungai semakin dangkal dan eksploitasi tambang batu bara sehingga penyerapan air tidak optimal,”kata Mansur。

Hingga saat ini,Senin pukul 12:55 WITA,air masih menggenangi dusun。 “Ini masih was-was karena air terus meninggi,”ungkap dia。 -Rappler.com