文章
  • 文章
国际

Belajar bahan bakar喷气机dari getah松属

2017年4月2日上午10:50发布
2017年4月2日下午1:01更新

Siswa SD mengikuti kemah keanekaragaman hayati di Hutan Wisata Edukasi,Sentul,Bogor(2/4/2017)。 Foto oleh KEHATI

Siswa SD mengikuti kemah keanekaragaman hayati di Hutan Wisata Edukasi,Sentul,Bogor(2/4/2017)。 Foto oleh KEHATI

BOGOR,Jawa Barat - Seratusan siswa sekolah dasar nampak asyik menyimak penjelasan kakak-kakak mereka yang tergabung dalam“Biodiversity Warriors”,pejuang keanekaragaman hayati。 Minggu pagi,2017年4月2日.Siswa SD dari lima sekolah dasar menjalani hari kedua kemah keanekaragaman hayati di Sentul Eco Edu Tourism forest di kaawasan Sentul,Bogor。 Mereka berkemah di situ sejak Sabtu,4月1日,dan ikut berburu getah pinus yang dapat diolah menjadi bahan bakar bagi pesawat jet。

Hutan wisata pendidikan itu adalah kerjasama印度尼西亚丹韩国Selatan。 “Hutan memang menyimpan potensi sebagai sumber energi terbarukan,”ujar Direktur Eksekutif Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia(KEHATI),MS Sembiring。 Kegiatan kemah itu adalah bagian dari peringatan Hari Hutan Internasional(HHI)2017.Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan(KLHK)mengajak KEHATI menggelar acara ini。

Sesuai dengan tema HHI 2017,Hutan dan Energi,KEHATI melalui gerakan anak mudanya,Biodiveristy Warriors(BW),yang kali adalah mahasiswa dari Universitas Nasional dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah,mengajak siswa SD mengenal tentang hutan sebagai penyedia energi。

Organisasi Pangan Dunia(粮农组织)menyebutkan bahwa hutan mampu menyerap dan menyimpan energi。 Di dalam kayu atau咆哮itulah hutan menyimpan energi。 Energi terbarukan itu dapat ditemukan pada ranting-ranting yang jatuh sebagai kayu bakar,biomassa,dan tumbuhan yang dapat dikonversi sebagai energi。 Tumbuhan yang berpotensi dan getah pinus。

Para Biodiversity Warriors mengajak siswa SD berburu dedaunan yang bisa digunakan sebagai energi biomassa。 Mereka juga dikenalkan dengan tanaman kaliandra yang biasa dijadikan bahan bakar dalam bentuk pelet kayu。 Siswa berasal dari SD Ricci II Bintaro,Sekolah Citra Alam Ciganjur,Sekolah Alam Indonesia Meruyung,Sekolah Alam Semut Semut Depok,dan SD Global Mandiri Cibubur。 Mereka juga diajak untuk melihat penyadapan getah pinus yang dapat menjadi campuran bahan bakar jet。

Para siswa belajar bahwa tanaman pinus tidak hanya elok menjadi latar belakang fotografi,tetapi juga menyimpan potensi energi yang besar。 Getah cairnya dapat diolah menjadi campuran bahan bakar jet,dan getah padatnya dapat diolah menjadi bahan pembuatan baterai。

Peserta kemah keanekaragaman hayati siapkan presentasi hasil berburu bahan energi terbarukan。

Peserta kemah keanekaragaman hayati siapkan presentasi hasil berburu bahan energi terbarukan。

Potensi energi di dalam hutan menjadi hal baru bagi peserta kemah。 Mereka dikenalkkan dengan beragam jenis serangga,mamalia,tumbuhan,dan burung yang biasa ditemukan di hutan。 “Tujuan pengenalan ini adalah membangkitkan kesadaran anak anak tentang pentingnya hutan dan keanekaragaman hayati di dalamnya.Sehingga akan tumbuh kecintaan dan semangat untuk melestarikannya,”kata Sembiring。

“Sangat penting bagi generasi muda untuk mengetahui tentang fungsi hutan yang tidak hanya sebagai sumber keanekaragaman hayati saja tapi juga sebagai sumber energi baru dan terbarukan di masa depan,maka itu sangat penting bagi kita semua untuk melestarikan hutan dan keanekaragaman hayati nya”,kataKepala Biro Kerjasama Luar Negeri KLHK,Sri Murniningtyas。

Di ujung acara kemah,para siswa menyampaikan presentasi dari hasil berburu sumber energi terbarukan yang mereka temukan di hutan lokasi kemah - Rappler.com