文章
  • 文章
国际

Pasca erupsi Gunung Agung,lahar dingin membanjiri lahan persawahan

2017年11月27日下午7:21发布
2017年11月27日下午7:21更新

拉赫尔丁丁。 Sejumlah warga menonton aliran lahar dingin di kawasan rawan bencana Sungai Yeh Sah,Karangasem,Bali,Senin,11月27日。 Foto oleh Wira Suryantala / ANTARA

拉赫尔丁丁。 Sejumlah warga menonton aliran lahar dingin di kawasan rawan bencana Sungai Yeh Sah,Karangasem,Bali,Senin,11月27日。 Foto oleh Wira Suryantala / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Usai Gunung Agung erupsi selama tiga hari terakhir,warga Karangasem menghadapi ancaman lainnya yakni lahar dingin。 材料tersebut mulai membanjiri lahan persawahan yang ada di dekat Sungai Yeh Sah,Desa Batusesa,Kecamatan Rendang,Karangasem。

“Ini merupakan lahar kecil berisi material letusan yang terbawa air hujan dan menuju ke sungai,”ujar Kepala Bidang Mitigasi PVBMG,I Gede Suantika yang ditemui di Pos Pemantauan Gunung Agung,Desa Rendang pada Senin,11月27日。

Oleh sebab itu,ia mengimbau agar warga tidak mendekati aliran sungai dan tetap waspada saat beraktivitas di pinggir sungai。 Apalagi Pulau巴厘岛sudah memasuki musim hujan。 Warga juga diminta tetap mengikuti arahan dari pemerintah demi keamanan bersama。

Ia menjelaskan jika fenomena lahar dingin tersebut berasal dari lereng sebelah selatan Gunung Agung。 Suantika mengaku sudah mengecek lahar dingin tersebut dan tercium bau belerang dan jatuhan abu。

Sementara,Kepala Pusat Data dan Informasi Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho juga meminta kepada warga untuk mewaspadai bencana lahar dingin yang terbawa hujan di sepanjang sungai。

“Jauhi area sungai”,kata Sutopo。

Ia pun meminta agar warga tidak ikut menonton fenomena alam tersebut,karena berbahaya。 Untuk memahami apa itu lahar dingin dapat disimak melalui infografik berikut:

- dengan laporan ANTARA / Rappler.com