文章
  • 文章
国际

Polri siap bantu Kemenhub sosialisasikan permen angkutan在线

2017年3月21日下午2:43发布
更新时间:2017年3月22日上午12:25

REVISI ATURAN。 Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Mabes Polri,Selasa,21 Maret。 Ketiganya mengaku siap untuk menerapkan revisi aturan Peraturan Menteri nomor 32 tahun 2016. Foto oleh Rika Kurniawati / Rappler

REVISI ATURAN。 Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Mabes Polri,Selasa,21 Maret。 Ketiganya mengaku siap untuk menerapkan revisi aturan Peraturan Menteri nomor 32 tahun 2016. Foto oleh Rika Kurniawati / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Kementerian Perhubungan menggandeng Polri untuk mengawal sosialisasi Peraturan Menteri(Permen)Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum tidak dalam Trayek。

“Kami harap ada keseimbangan antara transportasi konvensional dan online,”kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat acara sosialisasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 melalui video conference dengan para kepala daerah di Mabes Polri,Selasa 21 Maret。

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum tidak dalam Trayek ditekan pada 1 Mei 2016 dan akan berlaku pada awal 2017年4月。

Sosialisasi melalui melalui 视频会议 antara lain dilakukan kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan,Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini。 Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara juga hadir dalam sosialisasi ini。

“Kita akan tetap memberlakukan 4月1日nanti tetapi pasal-pasal tersebut,misalkan KIR,SIM,STNK,butuh waktu.Maka kita berikan waktu kepada pemda untuk menyesuaikan,”kata Budi melanjutkan。

Budi juga menghimbau pengelola transportasi konvensional dan online untuk meneduhkan situasi。 Sebab saat ini sejumlah gesekan antara pengemudi angkutan konvensional dengan online sudah terjadi di beberapa daerah。 “Jangan menjadi provokator,”kata Budi。

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan gesekan antara pengemudi angkutan kota konvensional dengan angkutan online antara lain terjadi di Tangerang dan Bogor,Jawa Barat。

“Ada beberapa tindakan kekerasan yang terjadi di Tangerang Kota,beberapa minggu yang lalu,juga di Bogor,kemarin,”kata Tito。 Tito mengatakan pihaknya siap membantu mensosialiasikan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016。

Sementara Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan maraknya transportasi online sulit dibendung karena saat ini adalah teknologi sudah begitu maju。 “Teknologi digital adalah keniscayaan.Hadir di semua lini,banyak bidang.Sekarang di transportasi darat,”kata Rudiantara。 -Rappler.com