文章
  • 文章
国际

Kasus KTP Elektronik,Markus Mekeng laporkan Andi Narogong

2017年3月20日下午2:35发布
2017年3月20日下午2:35更新

Aktivis yang tergabung dalam Masyarakat Sipil Prihatin Mega Korupsi KTP elektronik(E-KTP)menggelar aksi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi,Jakarta,Minggu(12/3)。 Foto oleh Puspa Perwitasari / ANTARA

Aktivis yang tergabung dalam Masyarakat Sipil Prihatin Mega Korupsi KTP elektronik(E-KTP)menggelar aksi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi,Jakarta,Minggu(12/3)。 Foto oleh Puspa Perwitasari / ANTARA


雅加达,印度尼西亚 - Kasus e-KTP berbuntut panjang。 Setelah sebelumnya mantan Ketua DPR Marzuki Alie melaporkan saksi kasus korupsi KTP Elektronik Andi Agustinus别名Andi Narogong,kini giliran Ketua Komisi XI DPR Melchias Markus Mekeng juga menempuh jalur serupa。

Mekeng mengatakan,selain melaporkan Andi Narogong,ia juga mengadukan Muhammad Nazaruddin dengan tuduhan memberikan keterangan palsu。 “Nama saya disebut-sebut yang saya tak pernah terlibat,”kata Mekeng di kantor sementara Bareskrim Polri di Kementerian Kelautan dan Perikanan,Jakarta,Senin 20 Maret 2017。

Mekeng belum menjelaskan secara detail maksud dari laporan tersebut。 Dia akan membeberkannya setelah laporannya diterima Bareskrim。 “Nanti,saya laporan dulu ke dalam ya,”tandas dia。

Sebelumnya,dalam persidangan pembacaan surat dakwaan terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP Irman dan Sugiharto,sejumlah anggota DPR RI disebut diduga menikmati aliran dana dari megaproyek senilai Rp 5,9 triliun itu。

Baca:

Dari 26 anggota dewan yang disebut,salah satu yang diduga menerima uang adalah Mekeng yang saat itu menjabat sebagai Ketua Badan Angaran。

Bukan hanya itu,dalam surat dakwaan,Andi Narogong juga memberi kesaksian bahwa dirinya telah memberikan USD 1,4 juta kepada Mekeng,Mirwan Amir dan Olly Dondo Oambe。 -Rappler.com