文章
  • 文章
国际

Kebun ganja ditemukan polisi di dekat wisata Lolai,Tana Toraja

发布时间:2017年3月20日上午9:11
更新时间:2017年3月20日上午9:11

KEBUN GANJA。 Kebun ganja yang ditemukan di dekat wisata Lolai,Tana Toraja pada Kamis,17 Maret。 Foto oleh Syarifah Fitriani / Rappler

KEBUN GANJA。 Kebun ganja yang ditemukan di dekat wisata Lolai,Tana Toraja pada Kamis,17 Maret。 Foto oleh Syarifah Fitriani / Rappler

TANA TORAJA,印度尼西亚 - Personel Polres Tana Toraja berhasil menangkap dua pemuda,Diki Hariadi别名Diki(18 tahun)dan Yafed Lapin Sambolinggi别名Yaved(26 tahun)atas kepemilikan narkoba jenis ganja pada 16 Maret lalu。 Parahnya,mereka menanam sendiri tanaman tersebut yang berlokasi tak jauh dari rumah tempat mereka ditangkap。

Kapolres Tana Toraja,AKBP Y Arief Satriro mengatakan sebelum ditangkap,mereka sudah melakukan pengamatan terhadap Diki dan Yaved yang kerap melakukan pesta narkoba jenis ganja。 Setelah mengumpulkan bukti,penggrebekan pun dilakukan di salah satu rumah di area Rantelemo sekitar pukul 14:30 WITA。

Saat digrebek,Diki dan Yaved tertangkap basah tengah berpesta ganja di salah satu ruangan di rumah tersebut。

“Dari hasil interogasi awal,keduanya mengaku mengonsumsi ganja dari tanaman yang mereka tanam di atas gunung,”ujar Arief kepada Rappler pada Sabtu,18 Maret。

Arief dan anak buahnya kemudian mendaki gunung di dekat area wisata Lolai。 Di sana,mereka menemukan satu batang pohon ganja yang ditanam dalam sebuah pot。 BACA : )

Kepada personil kepolisian,Diki dan Yaved mengaku jika bibit pohon ganja dibeli dari seorang bandar bernama Rustam。 Bermodalkan pengakuan pelaku,polisi kemudian melakukan pengembangan ke wilayah Lembang Sapan Kua-Kua Paniki Kecamatan Buntao,Kabupaten Toraja Utara yang tak jauh dari tempat wisata Gumuk Pasir atau Pasir Hitam。

“Di sini lah kami menemukan lagi sekitar 39 batang pohon ganja yang ditanam di depan rumah tersangka Rustam。 Di sana ditemukan pula bibit ganja yang ditanam dalam bekas pot mie instan sebanyak 15 buah,“tutur Arief。

Sayangnya,Rustam sudah berhasil meloloskan diri sebelum pihak kepolisian tiba di rumahnya。 Kini,polisi melakukan pengejaran terhadap Rustam,pemilik rumah dan bandar ganja tersebut。

Dikonsumsi dan dijual

Selain dikonsumsi untuk kepentingan pribadi,tanaman ganja milik Diki,Yaved dan Rustam rupanya juga dijual bebas kepada pengguna narkoba。 Kabid Humas Polda Sulsel,Kombes Polisi Dicky Sondani membenarkan jika Diki dan Yaved membeli ganja dari Rustam。 Namun,saat mengetahui Rustam memiliki bibit ganja,keduanya pun tergiur untuk menanam pohon ganja tersebut。

“Belum jelas bibitnya dijual berapa。 Tapi,sepertinya mereka juga ingin seperti Rustam yang memiliki banyak pohon ganja,“kata Dicky。

Kepada tim penyidik,kedua tersangka juga mengakui jika ganja yang mereka tanam dijual bebas kepada pengguna lainnya。 Tidak tanggung-tanggung harga yang dipatok mencapai每公斤Rp 5 juta。

“Sekilo dijual hampir Rp 5 juta。 Perkembangan kasusnya belum dapat saya beberkan,karena belum ada laporan lanjutan dari Polres Tana Toraja,termasuk apakah Rustam sudah ditangkap atau belum,kami belum dapat informasi,“kata dia。

Dicky berharap warga dan polisi dapat bekerja sama untuk melakukan pemberantasan narkoba di wilayah masing-masing。 Jangan sampai warga Sulsel disusupi dengan narkoba yang dapat merusak generasi ke depan。

“Untungnya,kebun ganja tersebut berhasil kami ungkap。 Jika tidak,bisa jadi ini semakin meluas,“kata Dicky。 - Rappler.com