文章
  • 文章
国际

Polda Jabar musnahkan 182公斤ganja dan 7公斤sabu

2017年3月17日下午3:50发布
2017年3月17日下午3:51更新

Polda Jawa barat memusnahkan 7,068公斤sabu dan 182,267公斤ganja,Jumat(17/3)。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

Polda Jawa barat memusnahkan 7,068公斤sabu dan 182,267公斤ganja,Jumat(17/3)。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

BANDUNG,Indonesia - Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat memusnahkan 7,068公斤sabu dengan total nilai Rp 24 miliar。 Sabu tersebut hasil pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba selama 6 bulan,sejak 2016年9月hingga Februari 2017.Selain sabu,sebanyak 182,267公斤ganja juga ikut dimusnahkan。

“Barang bukti tersebut di atas merupakan hasil ungkap kasus tindak pidana narkoba dari 7 laporan polisi dengan 16 tersangka,”kata Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar,Asep Jenal Ahmadi dalam laporannya saat pemusnahan barang bukti narkoba di Mapolda Jabar Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung,Jumat 17马叻2017年。

Jumlah tersebut hanya sebagian dari barang bukti yang berhasil disita Ditresnarkoba Polda Jabar。 Untuk narkotika jenis Sabu,Polda Jabar telah menyita总sebanyak 16公斤。 Sisanya,sebanyak 8,5公斤akan dimusnahkan setelah keluar keputusan dari kejaksaan。

Jumlah kasus narkoba di Jawa Barat sendiri masih terbilang tinggi。 Selama kurun waktu 6 bulan,Ditresnarkoba Polda Jabar telah mengungkap sebanyak 1739 kasus dengan jumlah tersangka 2103 orang。

Kapolda Jawa Barat,Irjen Pol Anton Charliyan mengatakan,Jawa Barat masih menjadi目标peredaran narkoba。 Bahkan,menurut Anton,tidak hanya sebagai konsumen tapi juga produsen。

“Di Jakarta pun juga salah satu pelakunya orang Jabar untuk pembuatan ekstasi。 Jadi tak menutup kemungkinan di sini ada pabriknya yang memang sedang kita selidiki,“ujar Anton di sela pemusnahan barang bukti narkoba。

Jaringan narkoba internasional pun menjadikan Jawa Barat sebagai salah satu tujuan peredaran narkoba。 Dari hasil penangkapan Polda Jabar,para tersangka berasal dari Tiongkok dan Malaysia

“Ada yang lewat Batam,Sulawesi Selatan,Cirebon,dan Surabaya,tapi semuanya hampir 90 persen dari Malaysia,”ungkap Anton。

Dikendalikan dari Lapas

Barang bukti yang dimusnahkan Polda Jabar merupakan narkoba yang disita dari tiga kelompok jaringan pengedar narkoba。 Mirisnya,peredaran narkoba oleh kelompok itu dikendalikan di dalam Lapas Nusakambangan dan Bulak Kapal Bekasi。

“Ada bandar besar,ini dari tiga kelompok,semuanya(jaringan)nasional dan internasional,dan semua dikendalikan dari lapas Nusakambangan dan Bulak Kapal,”kata Anton。

Peredaran narkoba dari Lapas Nusakambangan dikendalikan oleh Mr. Wong dan Uyung yang merupakan warga negara asing。 Mereka menyuruh tersangka Viktor Indra Guna yang berada di Lapas Klas II A Bulak Kapal Bekasi untuk mengedarkannya。 Mister Wong merupakan WNA Malaysia yang saat ini sudah dieksekusi mati。

Anton mengatakan,alat komunikasi atau telefon selular sangat berperan dalam peredaran narkoba dari dalam penjara。 Karena itu,Anton akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindak tegas penggunaan alat komunikasi di dalam lapas。

“Kita akan koordinasi bagaimana caranya agar alat komunikasi tidak masuk,kalau perlu sebagai pelanggaran keras。 Karena dengan adanya alat komunikasi mereka bisa berkomunikasi dan mengendalikan jaringannya di dalam lapas,“kata Anton yang memikirkan untuk menyumbat sinyal telefon selular di tempat-tempat tertentu di dalam lapas。 -Rappler.com