文章
  • 文章
国际

Ketika Al Gore tertarik kepada pendekatan agama untuk气候变化

发布时间:2017年3月17日上午8:35
更新时间:2017年3月17日上午8:50

Nana Firman(kanan)menjadi salah satu pembciara dalam论坛气候现实项目。

Nana Firman(kanan)menjadi salah satu pembciara dalam论坛气候现实项目。

DENVER,Amerika Serikat - Al Gore,pemenang hadiah Nobel Perdamaian karena aktivitasnya sebagai penggiat lingkungan dan perubahan iklim,mengundang Nana Firman untuk menceritakan pengalamannya sebagai pemimpin perubahan iklim (气候领袖)。 Al Gore yang juga mantan wakil主持AS di时代Presiden比尔克林顿itu memimpin diskusi panel para pemimpin perubahan iklim dalam acara berjudul 气候优势 领导团队 训练 yang diselenggarakan awal bulan ini,pada awal Maret 2017 di Denver,Colorado,Amerika Serikat。 “Hal yang menarik adalah bagaimana(mereka)memulai aktivitasnya sebagai penggiat perubahan iklim,”kata Al Gore。

Nana Firman yang menjadi salah satu dari empat pembicara di acara itu memulai dengan menceritakan betapa sulitnya dia menyakinkan masyarakat di Aceh untuk membangun kembali Aceh sesudah bencana gempa dan tsunami Desember 2004,dengan pendekatan yang berkelanjutan (sustainable)。 Saat itu Nana bekerja di sebuah lembaga swadaya masyarakat asing, 世界自然基金会 (WWF)。 “Saya kemudian sadar bahwa masyarakat di Aceh sangat relijius。 Saya kemudian mendekati dengan menggunakan bahasa dan pendekatan yang ada dalam ajaran agama,termasuk menunjukkan ayat-ayat kitab suci yang sesuai。 Ternyata cara ini bisa diterima,“kata Nana。

Nana Firman,pemimpin perubahan iklim,berbicara dalam气候现实领导团队培训:

Al Gore memuji pendekatan yang dilakukan Nana Firman yang belakangan tinggal di California,AS。 Hadirin bertepuk tangan ketika Al Gore juga menyampaikan informasi bahwa Nana adalah salah satu penandatangan 。 Aktivitas Nana sebagai penggiat jaringan masjid hijau ramah lingkungan dan jaringan pemimpin agama untuk perubahan iklim juga membuat Presiden Barack Obama memberikan anugerah sebagai 。

“Sekarang adalah saat yang tepat untuk semua pihak untuk melaksanakan aksi perubahan iklim di tingkat lokal,nasional,dan global,dan berbuat baik bagi rumah kita satu-satunya,yaitu Bumi ini,”ujar Nana Firman。

气候现实项目, yang didirikan oleh Al Gore adalah sebuah jaringan global dengan 12.000 relawan 气候领导者 di 135 negara。 气候领导人 adalah sebutan bagi mereka yang telah memperoleh pelatihan dari Al Gore dan para pakar dalam ilmu dan pengetahuan terkait perubahan iklim,komunikasi,dan cara berorganisasi dalam menghadapi krisis iklim global。

Dalam keterangan tertulis yang diterima Rappler,Kamis 16 Maret 2017,Amanda Katili Niode,manajer Climate Reality Project di Indonesia mengatakan kegiatan di Denver bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan akan sains terkini perubahan iklim,solusi masalah perubahan iklim dan komunikasi perubahan iklim yang efektif,di samping juga在全球范围内开展工作。 “Hal lain yang dibahas di Denver adalah pelestarian lahan,energi terbarukan,kerentanan iklim,dan kepemimpinan daerah,”kata Amanda。

Peserta yang hadir di Denver berjumlah 1.000 orang dari 32 negara,mewakili pemangku kepentingan baik dari pemerintah,Lembaga Swadaya Masyarakat,industri,akademia dan masyarakat。

Delegasi dari印度尼西亚berjumlah 10 orang,termasuk Dr. Nurmala Kartini Sjahrir,Penasihat高级Menteri Koordinator Kemaritiman untuk Perubahan Iklim。 Dalam pertemuan di Denver。 Kartini Sjahrir博士bertemu dan berdiskusi secara khusus dengan Al Gore sebanyak dua kali。 “Saya menyampaikan usaha pemerintah印度尼西亚dalam pengendalian perubahan iklim dan usaha konsisten 气候现实项目印度尼西亚 dalam peningkatan kepedulian masyarakat。 Juga menjajaki peluang untuk mengundang Al Gore ke Indonesia,“demikian Dr. Kartini Sjahrir。

气候现实项目印度尼西亚 sebagai bagian dari 气候现实项目 didirikan pada 2009 dan kini terdiri dari 300 relawan 气候领导人杨telah dilatih Al Gore,diantaranya merupakan pejabat di beberapa Kementerian / Lembaga,DPR,KPK,tokoh agama,pengusaha,rektor dan sivitas akademika,wartawan,profesional di berbagai bidang,maupun aktivis di Lembaga Swadaya Masyarakat。 -Rappler.com